Jakarta – Pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui percepatan hilirisasi dan peningkatan produksi komoditas strategis guna memperkokoh ketahanan pangan nasional.…
Penguatan Hilirisasi Pertanian Dorong Kemandirian Pangan Indonesia
Oleh: Sinta Maharani )* Pemerintah terus memperkuat langkah menuju kemandirian pangan nasional melalui pengembangan hilirisasi sektor pertanian yang terintegrasi dengan…
Hilirisasi Komoditas Pertanian Dorong Ketahanan Pangan dari Hulu hingga Hilir
Oleh: Fikri Kurniawan )* Hilirisasi komoditas pertanian menjadi salah satu pilar utama yang terus diperkuat pemerintah dalam membangun ketahanan pangan…
Reformasi Berjalan Melalui Pembenahan, Bukan Sekadar Mobilisasi Massa
Oleh: Erlina Paramitha )* Wacana Reformasi Jilid II yang disampaikan sejumlah kelompok mahasiswa kembali mengundang perhatian publik. Aspirasi tersebut menunjukkan…
Ekonomi Rakyat Tetap Bergerak dengan Dukungan Fiskal yang Kuat
Jakarta Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, fluktuasi pasar keuangan internasional, serta tekanan terhadap nilai…
Ekonomi Rakyat dan Stabilitas Nasional Diperkuat melalui Kinerja Fiskal Positif
JAKARTA Kinerja fiskal nasional yang menunjukkan tren positif hingga pertengahan tahun 2026 menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi Indonesia…
Mengawal Ekonomi Rakyat melalui Kebijakan Fiskal yang Adaptif
Oleh : Rivka Mayangsari *) Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, Indonesia terus menunjukkan ketahanan yang patut diapresiasi.…
Fiskal Prudent, Ekonomi Indonesia Kian Percaya Diri
Oleh : Rahmat Hidayat )* Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, Indonesia menunjukkan kemampuan yang semakin matang…
Mengawal Reformasi dengan Solusi Lebih Penting daripada Narasi Krisis
Oleh: Rian Suryono )* Wacana Reformasi Jilid II yang disampaikan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah…
Distribusi SPHP dan Bantuan Pangan Perkuat Daya BeliMasyarakat
Oleh: Ezan Mahendra )* Stabilitas harga pangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjagadaya beli masyarakat dan ketahanan ekonomi nasional. Di tengahberbagai tantangan yang memengaruhi sektor pangan, pemerintah terusmemperkuat berbagai instrumen stabilisasi agar harga kebutuhan pokoktetap terkendali dan pasokan tersedia secara merata di seluruh wilayah. Salah satu langkah yang menunjukkan hasil positif adalah penguatanProgram Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta percepatanpenyaluran Bantuan Pangan Beras yang dilaksanakan secara masifsepanjang tahun 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalammenjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan pangan. Dengandukungan stok beras nasional yang kuat, distribusi yang semakin luas, serta koordinasi lintas lembaga yang berjalan efektif, pemerintah mampumengantisipasi potensi gejolak harga yang dapat membebani masyarakat. Perum Bulog memegang peran sentral dalam pelaksanaan program tersebut. Melalui pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah yang beradapada level sangat kuat, Bulog mampu menjalankan berbagai intervensipasar secara optimal. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskanbahwa hingga awal Juni 2026 stok beras yang dikelola Bulog mencapaisekitar 5,3 juta ton. Jumlah tersebut dinilai sangat memadai untukmendukung kebutuhan bantuan pangan, penyaluran SPHP, sertaberbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional. Ketersediaan stok yang besar memberikan fleksibilitas bagi pemerintahuntuk melakukan langkah-langkah stabilisasi ketika terjadi tekanan hargadi pasar. Kondisi tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa sistemcadangan pangan nasional semakin kuat dan mampu menjawabkebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Di samping penguatan stok, pemerintah juga mempercepat penyaluranBantuan Pangan Beras kepada masyarakat. Hingga 6 Juni 2026, realisasipenyaluran telah mencapai hampir 20 juta Penerima Bantuan Panganatau sekitar 60 persen dari target nasional sebanyak 33,2 juta penerima. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan dapat tersalurkan sebelumakhir Juni sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Percepatan penyaluran bantuan pangan memiliki dampak yang signifikanterhadap penguatan daya beli masyarakat. Ketika kebutuhan pokokkelompok penerima bantuan dapat dipenuhi melalui program pemerintah, tekanan konsumsi di pasar menjadi lebih terkendali. Situasi tersebutmembantu meredam kenaikan harga sekaligus menjaga aksesmasyarakat terhadap pangan yang terjangkau.…