
Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera. Salah satu capaian signifikan yang dirasakan langsung masyarakat adalah semakin lancarnya akses jalan menuju daerah terdampak. Kondisi ini berdampak positif terhadap peningkatan distribusi bantuan logistik, pelayanan kesehatan, serta mobilitas petugas di lapangan, sehingga proses penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan infrastruktur dasar menjadi prioritas untuk memastikan mobilitas warga serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok. Fokus penanganan dilakukan secara paralel, terutama pada sektor sumber daya air dan konektivitas jalan nasional.
“Kami memprioritaskan normalisasi sungai, pengamanan tanggul, serta penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak. Infrastruktur sumber daya air harus kembali berfungsi agar aktivitas warga pulih dan risiko bencana lanjutan dapat ditekan,” ujar Dody.
Sementara itu, Perum Bulog memastikan pemberian bantuan untuk setiap daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) ada peningkatan ataupun pelipatgandaan hingga tiga kali lipat. Bulog juga membuat skala prioritas dalam pemberian bantuan yakni, daerah terisolir, daerah membutuhkan, dan daerah terpapar.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, ada 15 gudang di seluruh Aceh dengan stok total beras cadangan pemerintah mencapai 64.889 ton. Kemudian untuk minyak goreng ada 307.220 kiloliter. Kemudian untuk kondisi cadangan beras bencana alam yang sudah disalurkan adalah 12.561 ton dengan cadangan beras daerah yang sudah disalurkan adalah 154 ton.
“Khusus untuk Aceh sesuai dengan permintaan Gubernur Aceh kemarin yaitu beliau minta tambahan 5.000 ton. Dan itu pun sudah kami kirim syukur Alhamdulillah sudah terdiskusi ke masing-masing kabupaten kota,” kata Ahmad.
Ahmad mengatakan, untuk bantuan pangan beras totalnya adalah 8.922 ton dan untuk bantuan pangan minyak goreng yaitu 1.784 liter. Pihaknya memprioritaskan Takengon, Benermeriah, Takengon karena terisolir.
“Jadi masyarakat yang ada di Aceh khususnya yang terdapat bencana tidak perlu bimbang dan ragu apalagi ini mau menghadapi Ramadan. Jadi stok beras bulog cukup banyak, minyak juga banyak dan insya Allah gula juga banyak,” ucap Ahmad.
Ahmad menjelaskan, distribusi untuk di Sumatera Utara dengan 19 titik gudang memiliki stok cadangan pangan hingga 17.904 ton dan minyak goreng sekitar 284.588 kiloliter. Sementara itu, bantuan beras pemerintah untuk bencana alam sudah terdistribusi total 5.098 ton dan untuk bantuan dari pemerintah daerah sudah terdistribusi sekitar 57 ton. Kemudian, bantuan pangan beras yang diberikan kepada masyarakat yaitu sekitar 15.211 ton dan bantuan minyak goreng juga 3.042 ton. ***