Proyek Hilirisasi Masuk Tahap Eksekusi, Investasi Triliunan Mengalir ke Daerah

JAKARTA — Pemerintah mulai mengakselerasi eksekusi proyek hilirisasi nasional pada awal 2026 dengan menggerakkan investasi bernilai triliunan rupiah langsung ke berbagai daerah.

Tahap awal pelaksanaan ditandai dengan rencana groundbreaking enam proyek strategis pada awal Februari 2026, sebagai bagian dari total 18 proyek prioritas yang dikelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan nilai kumulatif mencapai sekitar Rp600 triliun.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Prof. Ahmad Erani Yustika, menyampaikan bahwa seluruh proyek hilirisasi strategis tersebut telah berada di ambang eksekusi.

Kementerian ESDM, menurut Erani, telah menyelesaikan tahap identifikasi potensi dan kajian awal, sementara Danantara bersiap melanjutkan ke fase pelaksanaan setelah dokumen pra-feasibility study diserahkan pada Juli 2025 lalu.

“Setelah pra-FS, proyek-proyek tersebut akan segera dieksekusi dan diharapkan dapat segera mendatangkan investasi yang besar,” ujar Erani.

Sebagian proyek tahap awal dipusatkan di Kalimantan Barat, terutama pengembangan bauksit dan aluminium.

Tiga dari enam proyek perdana diperkirakan menyerap investasi hampir Rp47,31 triliun dan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja serta penguatan rantai industri daerah.

Pemerintah menjadikan groundbreaking proyek hilirisasi sebagai instrumen untuk menggerakkan sektor riil dan memperkokoh fundamental ekonomi nasional.

Rencananya ada kurang lebih enam proyek hilirisasi yang dilakukan groundbreaking, dan proyek lain akan menyusul hingga Maret 2026.

Kalimantan Barat salah satunya, selebihnya masih ada kurang lebih 12 proyek lagi, yang paling lambat pada bulan Maret semuanya sudah dimulai.

Dari sisi iklim investasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menilai percepatan hilirisasi memperkuat kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global.

“Tahun 2025 bukanlah tahun yang mudah karena ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian. Namun, pemerintah tentunya tetap hadir dan optimis bisa dilalui dengan baik,” jelas Rosan.

Ia menegaskan realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun dan melampaui target, dengan hilirisasi berkontribusi Rp584,1 triliun atau tumbuh 43,3 persen secara tahunan.

Masuknya proyek hilirisasi ke tahap eksekusi menandai fase penting transformasi ekonomi nasional, sekaligus membuka arus investasi yang lebih merata ke daerah sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan pada 2026. (*)

More From Author

Groundbreaking Hilirisasi: Titik Balik Transformasi Ekonomi Indonesia

Presiden Prabowo Arahkan Groundbreaking Proyek Hilirisasi Strategis Jadi Prioritas Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *