
Jakarta – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto memimpin taklimat selama empat jam bersama jajaran eksekutif hingga eselon satu sebagai upaya evaluasi dan penguatan kinerja pemerintahan. Presiden memberikan arahan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta mengurangi kebocoran, sekaligus mengapresiasi capaian program pemerintah yang dinilai telah menunjukkan hasil signifikan dalam satu setengah tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat bertemu awak media di Istana Negara Jakarta Pusat.
Menurut Prasetyo Hadi, dalam rapat kinerja pemerintah yang melibatkan struktural hingga eselon I, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan efisiensi di tubuh pemerintahan saat ini.
“Tadi selama kurang lebih 4 jam Bapak Presiden memimpin rapat kerja pemerintah yang kali ini dari unsur eksekutif lengkap sampai level eselon satu. Mulai dari menteri, wakil menteri, kepala badan, wakil kepala badan, kemudian sampai ke dirjen, sekjen maupun irjen semua kementerian,” ujar Prasetyo usai taklimat.
Prabowo memberikan arahan sekaligus apresiasi atas capaian kinerja pemerintah selama sekitar satu setengah tahun terakhir.
“Nah, hari ini beliau memberikan pengarahan, memberikan panduan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran unsur eksekutif dan pemerintahan karena selama satu setengah tahun ini telah banyak program-program pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran Rakabuming Raka yang telah menunjukkan hasil-hasil yang cukup signifikan,” tuturnya.
“Meskipun saja belum menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada,” lanjutnya.
Ditambahkan Prasetyo, momentum taklimat ini dimanfaatkan Presiden untuk mendorong seluruh jajaran agar meningkatkan kinerja, terutama dalam aspek efisiensi dan produktivitas.
“Sehingga hari ini beliau menganggap penting untuk memberikan arahan, menyampaikan terima kasih sekaligus menggugah dan memaparkan bahwa kita harus sama-sama bekerja lebih giat lagi, lebih cepat lagi, lebih produktif lagi, lebih efisien lagi, kurangi kebocoran dan seterusnya. Ini makna dari pertemuan kita pada siang sampai malam hari ini,” jelasnya.
Terkait substansi pembahasan, ia menyebut sejumlah menteri telah memaparkan capaian dan rencana ke depan di berbagai sektor strategis.
“Berkenaan dengan masalah isi atau substansi pertemuan, saya tidak ingin mengulangi karena tadi Pak Menko Ekon, kemudian Menteri Keuangan, kemudian Menteri ESDM, kemudian juga Menteri Pertanian, Menteri Kelautan ini telah menyampaikan paparan-paparan singkat terhadap apa yang sudah kita capai dan rencana-rencana kita ke depan,” pungkas dia.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono mengatakan seluruh jajaran pemerintah saat ini tengah bekerja maksimal untuk mewujudkan kemakmuran rakyat, sejalan dengan amanat konstitusi. Dia bahkan menyatakan kesiapan penuh untuk berkorban demi kepentingan yang lebih besar.
Saya siap untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Karena saat ini kita semua sedang bekerja untuk rakyat dan negara, tegas Mardiono.
Menurut Mardiono, komitmen tersebut sejalan dengan arahan Presiden yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi kerakyatan, pemberantasan korupsi, serta pengelolaan kekayaan alam agar benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.
Mardiono mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari elit politik, pengamat, hingga masyarakat luas, untuk bersatu dan memberikan dukungan terhadap jalannya pemerintahan. Sebab, dukungan tersebut sangat dibutuhkan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.
Di tengah situasi dunia yang tidak baik-baik saja, kita harus bergandeng tangan, bersatu padu. Energi bangsa ini harus difokuskan untuk keberhasilan pembangunan dan kemakmuran rakyat, tutupnya.