
Jakarta – Pemerintah bergerak cepat memastikan pemulihan pasokan listrik di Sumatera berjalan optimal pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 275 kV Muara BungoSungai Rumbai, Jambi. Hasilnya, lebih dari 8,3 juta dari total 13,1 juta pelanggan terdampak kini telah kembali menikmati aliran listrik.
Direktur Utama Darmawan Prasodjo menegaskan sejak awal gangguan terjadi, PLN langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan pemulihan sistem kelistrikan secara menyeluruh.
Menurutnya, indikasi awal menunjukkan gangguan dipicu cuaca buruk yang memengaruhi sebagian sistem kelistrikan Sumatera.
Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah, kata Darmawan.
Ia menjelaskan, jaringan transmisi yang terganggu berhasil dipulihkan dalam waktu singkat. Setelah itu, fokus diarahkan pada pengoperasian kembali pembangkit yang terdampak agar selaras dengan sistem transmisi yang telah pulih.
Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery awal, ujarnya.
Pemulihan dilakukan serentak dari sisi transmisi, gardu induk, hingga pembangkit dengan melibatkan ratusan personel di berbagai wilayah terdampak.
Darmawan menyebut ribuan megawatt pasokan listrik berhasil dipulihkan, disertai beroperasinya kembali mayoritas gardu induk.
Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman, ucapnya.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus mengawal proses pemulihan. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan perhatian serius pemerintah terhadap insiden tersebut.
Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak, katanya.