Pemerintah Pastikan Dampak El Nino di Sektor Energi Teratasi

Jakarta – Pemerintah memastikan langkah mitigasi terus dilakukan untuk menjaga keandalan sektor energi di tengah ancaman fenomena El Nino. Antisipasi diarahkan untuk mencegah kondisi kering berkepanjangan mengganggu fasilitas energi, pembangkit listrik, hingga distribusi bahan bakar.

“Kita tahu bahwa El Nino ini berdampak tidak hanya pada sektor pertanian, tapi hampir semua sektor termasuk energi. Kemarin kita di beberapa fasilitas kilang kita yang ada di wilayah Timur itu alhamdulillah bisa diatasi,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Bahlil mengatakan pemerintah telah melakukan mitigasi terhadap sejumlah risiko yang muncul akibat kondisi cuaca kering. Salah satunya terjadi di fasilitas LNG Tangguh, Teluk Bintuni, Papua Barat, ketika kebakaran hutan gambut dilaporkan mendekati area tangki fasilitas energi tersebut.

Menurut Bahlil, pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi apabila fenomena El Nino berlangsung lebih lama. Mitigasi diperlukan untuk menjaga keberlangsungan operasional fasilitas energi sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dan industri tetap terpenuhi.

“Udahlah, kita udah mitigasi ya,” tegas Bahlil.

Dampak kekeringan juga berpotensi dirasakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) karena penurunan debit air. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus di wilayah yang memiliki ketergantungan cukup besar terhadap pembangkit hidro.

Anggota Dewan Penasehat Asosiasi Pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Air (APPLTA) Paul Butarbutar mengatakan sejumlah pembangkit di Sulawesi mulai merasakan dampak kekeringan. Salah satunya adalah PLTA Malea yang berada di Sulawesi Selatan.

“Paling terdampak mungkin [PLTA] yang di Sulawesi. Di Sulawesi itu ada PLTA Malea sudah mulai terdampak kekeringan,” ungkap Paul.

Paul menyebut belum tersedia satu angka resmi yang menggambarkan penurunan debit air pada seluruh PLTA secara nasional. Namun, potensi kemarau yang berlangsung hingga awal 2027 membuat pengelola pembangkit perlu menyiapkan strategi jangka panjang.

“Ya memang, ada ketergantungan yang cukup besar pada sumber daya air ini, sehingga rawan saat kemarau,” tambahnya.

Selain memengaruhi kinerja PLTA, kekeringan juga berpotensi menghambat distribusi BBM melalui jalur sungai akibat penurunan muka air dan pendangkalan. Sejumlah distribusi bahkan dapat dialihkan melalui jalur darat sebagai langkah menjaga kelancaran pasokan.

Di Sulawesi Selatan, fleksibilitas pasokan ditopang sistem mix generation yang memadukan sejumlah sumber pembangkitan. Pemerintah bersama pelaku usaha pun terus memperkuat mitigasi agar dampak El Nino terhadap ketahanan energi tetap terkendali. (*)

More From Author

Dampak El Nino ke Kilang dan Distribusi Energi Dimitigasi Pemerintah

MPSI Dorong Pelestarian Adat Sejalan Perkembangan Zaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *