
Balikpapan – Megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Langkah strategis ini diluncurkan untuk mempercepat capaian swasembada energi nasional.
Presiden Prabowo menyambut baik dengan peresmian kilang terbesar di Indonesia ini, dan bangga karena operasi Kilang Balikpapan merupakan prestasi penting bagi negara.
“Saya menyambut bahagia dan bangga atas yang kita hasilkan hari ini, peresmian ini, saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur dan pihak yang bekerja keras sehingga kita bisa berhasil mencapai hal ini. Ini prestasi penting bagi negara dan bangsa,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan peresmian RDMP terakhir dilakukan pada 1994 atau 32 tahun yang lalu. Ia menyambut dengan bahagia kegiatan peresmian itu, karena diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).
Presiden menyebut Indonesia dikaruniai dengan kekayaan alam yang melimpah, termasuk sumber energi seperti kelapa sawit untuk biodiesel, geotermal, tenaga surya hingga tenaga air.
Oleh karena itu, sumber-sumber tersebut harus dikelola dengan maksimal agar tidak lagi bergantung dari negara lain.
“Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar. Kita ingin merdeka dan kita mampu. Kita miliki semua, diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa,” kata Presiden.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan RDMP Balikpapan bukan hanya tentang membangun kilang. Lebih dari itu, proyek ini dibangun untuk kedaulatan dan kemandirian energi nasional.
“Untuk itu, ini adalah bukan akhir, ini awal dari perjalanan panjang dan banyak inisiatif dalam waktu dekat, selaras dengan Asta Cita ke-2 dan kelima. Dengan demikian, kami berikan pengabdian terbaik, kami akan terius berinovasi untuk menghasilkan karya yang membanggakan bangsa Indonesia,” jelas Simon.
Lanjutnya, upaya mewujudkan kedaulatan energi tidak semata berkaitan dengan pemenuhan pasokan dan ketahanan daya, tetapi juga menjadi simbol tanggung jawab negara dalam menjaga kehormatan, keberlanjutan pembangunan, dan masa depan bangsa.
“Atas bimbingan Presiden dan dukungan Kementerian ESDM, sinergi Danantara, Dewan Komisaris, serta stakeholder kami insan Pertamina berkomit bekerja lebih keras giat profesional integritas dengan semangat cinta Tanah Air. Bukan hanya soal daya tapi kedaulatan energi menyangkut martabat bangsa. Terima kasih,” tandasnya.
Dengan adanya RDMP di Balikpapan mampu memberikan dampak nyata berupa pengurangan impor BBM, yang juga disebut akan memberikan manfaat pada penghematan devisa dan mendukung swasembada energi nasional. ***