Masyarakat Papua Akui Program Pemerintah Tingkatkan Keadilan dan HAM

WhatsApp-Image-2025-11-23-at-18.22.11

Papua – Masyarakat Papua menyatakan apresiasi atas berbagai program pemerintah yang dinilai semakin memberikan dampak nyata bagi kehidupan di daerah terpencil atau pesisir. Tokoh Masyarakat Papua, Imanuel Nerotou, mengatakan bahwa kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai dirasakan langsung oleh masyarakat Papua.

Menurut Imanuel, masyarakat Papua melihat adanya komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan keadilan dan pemerataan pembangunan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo, karena program-program yang dijalankan benar-benar menyentuh rakyat. Bagi masyarakat Papua, ini adalah perubahan yang nyata,” ujarnya.

Imanuel menilai pemberantasan mafia korupsi menjadi langkah awal yang memberikan dampak besar bagi Papua. Ia menilai bahwa selama ini terdapat persepsi bahwa alokasi dana untuk Papua cukup besar, namun manfaatnya tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat.

“Penindakan terhadap penyalahgunaan anggaran membuat kami optimistis. Kami merasakan bahwa dana yang dikucurkan kini betul-betul sampai pada masyarakat kecil,” katanya.

Selain bidang tata kelola, masyarakat juga semakin merasakan manfaat program kesejahteraan yang telah berjalan, termasuk program makan bergizi gratis untuk anak sekolah. Nerouto menyebut program tersebut sangat membantu keluarga di Papua yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Masyarakat merasakan langsung dampaknya. Program ini meringankan beban orang tua dan memberi gizi yang lebih baik untuk anak-anak,” ujarnya.

Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan dan peningkatan akses transportasi turut memudahkan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah pesisir maupun pedalaman. Imanuel mengungkapkan bahwa bantuan perahu motor dan mesin dari pemerintah telah meningkatkan mobilitas warga pesisir untuk menjangkau pusat-pusat ekonomi.

“Dulu akses kami sangat terbatas. Sekarang, dengan bantuan perahu dan pembangunan jalur transportasi, hasil bumi bisa dibawa ke pasar dengan lebih mudah,” jelasnya.

Program perumahan juga dinilai membawa perubahan signifikan. Bantuan pembangunan rumah yang disalurkan melalui berbagai instansi dan pemerintah kampung telah meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat.

“Kami dulu tinggal di lingkungan yang kurang layak. Sekarang bantuan rumah mulai terealisasi dan terasa manfaatnya,” kata Imanuel.

Pada saat yang sama, masyarakat Papua juga mengapresiasi program pemerintah terkait penegakan Hak Asasi Manusia. Imanuel menilai bahwa berbagai bentuk kekerasan yang sebelumnya sering terjadi mulai berkurang.

“Akhir-akhir ini kami melihat situasi lebih baik. Kekerasan di banyak daerah, termasuk di Tanah Papua, mulai terkikis. Ini menunjukkan langkah nyata pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perhatian pemerintah terhadap HAM menjadi harapan besar bagi masyarakat kecil yang selama ini dirugikan oleh berbagai tindakan kekerasan dan anarkis.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Presiden Prabowo dalam melihat persoalan ini, termasuk penindakan korupsi dan kekerasan, bahkan sampai masalah dalam rumah tangga. Itu sangat kami apresiasi,” tegasnya.

Imanuel berharap program pemerintah tetap konsisten dilanjutkan agar hasilnya semakin dirasakan secara merata. Selama pemerintah terus turun langsung ke lapangan dan menjaga komitmen seperti sekarang, kami yakin kepercayaan masyarakat akan semakin kuat.

More From Author

Oleh: Adhitya Ramadani)* Optimisme terhadap perekonomian Indonesia pada 2026 bukan sekadar narasi, melainkan tercermin dalam capaian ekonomi yang terukur. Di tengah tekanan ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian geopolitik, konflik berkepanjangan, serta dinamika perdagangan internasional, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan. Kinerja tersebut menjadi bukti bahwa fondasi ekonomi nasional tetap kuat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kuartalan, ekonomi nasional tumbuh 3,73 persen dibandingkan triwulan I 2026. Sementara secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa optimisme terhadap perekonomian nasional memiliki dasar yang nyata karena ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang tetap solid. Kinerja tersebut semakin penting ketika ditempatkan dalam konteks perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tantangan. Konflik geopolitik di Ukraina dan kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda, sementara perang dagang dan perubahan kebijakan perdagangan sejumlah negara turut menciptakan ketidakpastian. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan di atas lima persen. Ketahanan tersebut menunjukkan bahwa perekonomian nasional memiliki daya adaptasi yang semakin baik terhadap perubahan lingkungan eksternal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tetap berada pada level yang positif. Bahkan, capaian pertumbuhan sepanjang semester I 2026 sebesar 5,45 persen menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kinerja ekonomi yang baik di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut memperkuat gambaran bahwa perekonomian nasional mampu menjaga stabilitas sekaligus mempertahankan ekspansi di tengah situasi global yang penuh tantangan. Salah satu bukti kuat dari ketahanan ekonomi nasional terlihat dari konsumsi rumah tangga yang tetap menjadi penopang utama pertumbuhan dan mampu tumbuh di atas lima persen. Konsumsi yang terjaga menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak. Perputaran konsumsi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, jasa, industri, serta berbagai kegiatan ekonomi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kekuatan permintaan domestik menjadi semakin penting karena memberikan perlindungan bagi perekonomian nasional ketika kondisi eksternal menghadapi tekanan. Ketika perdagangan global bergerak dinamis, pasar domestik tetap mampu menjadi sumber pertumbuhan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi 5,29 persen memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada faktor eksternal, tetapi juga memiliki basis domestik yang cukup kuat. Capaian tersebut juga tidak terlepas dari kebijakan yang menjaga aktivitas ekonomi sejak awal tahun. Strategi frontloading belanja negara mendorong percepatan perputaran ekonomi pada semester I 2026. Belanja pemerintah memberikan dorongan terhadap aktivitas usaha, pendapatan masyarakat, dan konsumsi sehingga menciptakan efek pengganda bagi perekonomian. Stabilisasi harga energi di tengah gejolak global turut memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha. Di sisi lain, stimulus konsumsi membantu mempertahankan pengeluaran masyarakat sehingga permintaan domestik tetap bergerak. Kombinasi kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa optimisme ekonomi dibangun melalui langkah konkret yang diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi. Selain itu, Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Trisha Indraswari, mengatakan pertumbuhan 5,29 persen menunjukkan bahwa fondasi permintaan domestik Indonesia masih kuat. Pertumbuhan tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan China yang tumbuh 4,3 persen dan Arab Saudi sebesar 4,8 persen berdasarkan data triwulan II yang telah dirilis. Perbandingan tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan daya tahan ekonomi yang baik. Dari sisi ketenagakerjaan, perkembangan ekonomi juga memberikan gambaran positif. Pada Februari 2026, jumlah penduduk bekerja meningkat sekitar 1,90 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,68 persen. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus menciptakan ruang bagi peningkatan kesempatan kerja dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan produktif. Memasuki semester II 2026, momentum pertumbuhan dapat semakin diperkuat melalui peningkatan investasi swasta, khususnya pada sektor manufaktur, agroindustri, pariwisata, konstruksi, dan perumahan. Sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas kesempatan kerja. Kemudahan pembiayaan, percepatan perizinan, penguatan penjaminan, dan penyederhanaan regulasi dapat menjadi instrumen untuk memperbesar kontribusi dunia usaha. Dengan pertumbuhan 5,29 persen pada triwulan II dan 5,45 persen sepanjang semester I 2026, optimisme terhadap ekonomi Indonesia memiliki pijakan yang jelas. Konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, kebijakan fiskal yang mampu menjaga aktivitas ekonomi, investasi yang terus berkembang, serta ketahanan terhadap tekanan global menjadi bukti bahwa optimisme tersebut hadir dalam bentuk capaian nyata. Berlanjutnya tahun 2026, momentum pertumbuhan perlu terus dijaga agar semakin menghasilkan manfaat luas. Pertumbuhan ekonomi bukan hanya perlu dipertahankan, tetapi juga terus diarahkan untuk memperkuat produktivitas, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan fondasi yang telah terbukti melalui berbagai indikator ekonomi, optimisme terhadap masa depan perekonomian Indonesia memiliki alasan kuat untuk terus dipelihara. )* Penulis adalah Mahasiswa tinggal di Jakarta

Masyarakat Dukung Komitmen Pemerintah Terhadap Keadilan dan HAM Di Papua

Program Keadilan dan HAM Terwujud di Papua Masyarakat Akui Perubahan Nyata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

Recent Comments

Categories