Masyarakat Dukung Komitmen Pemerintah Terhadap Keadilan dan HAM Di Papua

WhatsApp-Image-2025-11-23-at-18.22.11-2

Oleh: Maria Dogopia)*
Dukungan masyarakat Papua terhadap komitmen pemerintah dalam mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan semakin menguat. Berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah pusat mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai wilayah, baik pedalaman maupun pesisir. Hal ini ditegaskan oleh Tokoh Masyarakat Papua, Imanuel Nerotou, yang menilai bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketegasan serta keberpihakan nyata bagi rakyat Papua melalui kebijakan dan langkah-langkah yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurut Imanuel Nerotou, masyarakat Papua melihat bahwa komitmen pemerintah terhadap keadilan bukan hanya tertuang dalam pidato atau visi misi, tetapi diwujudkan melalui program yang dieksekusi secara konkret oleh kementerian dan lembaga terkait. Ia menilai bahwa kehadiran negara kini lebih terasa, terutama karena berbagai program langsung mengatasi permasalahan yang selama ini dirasakan masyarakat, seperti ketimpangan pembangunan, akses fasilitas dasar, dan masalah penyelewengan anggaran.

Salah satu wujud nyata keadilan yang sangat dirasakan masyarakat adalah upaya tegas pemerintah dalam memberantas mafia korupsi. Selama bertahun-tahun, masyarakat Papua merasa dana pembangunan yang dikucurkan pusat tidak sepenuhnya sampai kepada rakyat kecil. Regulasi seperti otonomi khusus belum optimal karena praktik penyalahgunaan anggaran di berbagai tingkatan. Kini, langkah pemberantasan korupsi yang diperkuat pemerintah membuat perputaran anggaran lebih jelas dan manfaatnya mulai dirasakan masyarakat secara langsung. Bagi masyarakat Tanah Merah, ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan anggaran.

Perbaikan kondisi ini turut berpengaruh pada stabilitas sosial. Kerusuhan dan blokade yang sempat muncul akibat ketidakpuasan masyarakat berangsur mereda seiring hadirnya program konkret yang memberikan harapan baru. Menurut Imanuel Nerotou, masyarakat kini melihat masa depan yang lebih pasti karena pemerintah memberikan perhatian langsung terhadap kebutuhan dasar, sehingga memungkinkan terciptanya kondisi sosial yang lebih aman dan kondusif.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi bukti nyata bagaimana pemerintah menghadirkan keadilan bagi anak-anak Papua yang sebelumnya kesulitan mendapatkan gizi yang layak. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga memastikan anak-anak mendapat hak dasar mereka untuk tumbuh sehat. Langkah ini dinilai masyarakat sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menciptakan keadilan sosial bagi generasi muda.

Keadilan dalam pembangunan juga terlihat dari percepatan pembangunan infrastruktur. Jalan-jalan yang dulu sulit dilalui kini mulai terhubung, memudahkan masyarakat membawa hasil bumi ke pasar dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Pembangunan jalur transportasi darat maupun laut dikerjakan secara terukur, menghadirkan rasa percaya masyarakat bahwa pemerintah benar-benar memprioritaskan kesejahteraan Papua.

Di wilayah pesisir, kehadiran bantuan perahu dan mesin tempel menjadi bukti lain dari hadirnya keadilan pelayanan publik. Masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau pusat kota atau pasar karena keterbatasan transportasi kini memiliki akses yang lebih baik. Bantuan ini tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga meningkatkan pendapatan keluarga pesisir yang bergantung pada hasil laut.

Tidak hanya itu, masyarakat juga merasakan pemerataan keadilan pada sektor perumahan. Program pembangunan rumah yang dijalankan pemerintah pusat hingga pemerintah kampung memberikan kesempatan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan kumuh untuk memperoleh tempat tinggal yang lebih layak. Penyediaan tanah dan fasilitas pendukung menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan masyarakat Papua hidup dengan standar yang lebih baik.

Pada sektor ekonomi, terbukanya jalur distribusi membuat harga hasil bumi lebih stabil. Masyarakat dapat memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam, baik tanaman jangka pendek, menengah, maupun panjang. Dengan akses pasar yang lebih mudah, masyarakat dapat meningkatkan penghasilan dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa program pemerintah tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakat untuk berkembang secara mandiri.

Selain itu, Imanuel Nerotou mengapresiasi berbagai program pemerintah di bidang hak asasi manusia (HAM), yang dinilainya mulai membawa perubahan positif di Tanah Papua. Meski kasus kekerasan masih terjadi di beberapa wilayah, ia melihat intensitasnya mulai menurun berkat langkah pemerintah yang semakin fokus pada perlindungan masyarakat kecil.

Perhatian serius pemerintah terhadap isu HAM mulai dari pemberantasan korupsi, tindakan anarkis, hingga kekerasan dalam rumah tangga telah berdampak nyata bagi warga Papua. Presiden Prabowo Subianto dinilainya konsisten memastikan program berjalan di lapangan, bukan hanya berhenti sebagai wacana. Hal ini memperkuat rasa percaya bahwa negara hadir untuk menjamin keadilan.

Transformasi yang kini terlihat di Papua, seperti pembangunan infrastruktur, ketersediaan pangan, perumahan, dan peluang ekonomi, serta khususnya pada HAM menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Diharapkan komitmen ini terus berlanjut karena bagi masyarakat Papua, keadilan berarti kebijakan yang benar-benar hadir hingga ke wilayah paling terpencil.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua

More From Author

Oleh: Adhitya Ramadani)* Optimisme terhadap perekonomian Indonesia pada 2026 bukan sekadar narasi, melainkan tercermin dalam capaian ekonomi yang terukur. Di tengah tekanan ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian geopolitik, konflik berkepanjangan, serta dinamika perdagangan internasional, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan. Kinerja tersebut menjadi bukti bahwa fondasi ekonomi nasional tetap kuat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kuartalan, ekonomi nasional tumbuh 3,73 persen dibandingkan triwulan I 2026. Sementara secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa optimisme terhadap perekonomian nasional memiliki dasar yang nyata karena ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang tetap solid. Kinerja tersebut semakin penting ketika ditempatkan dalam konteks perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tantangan. Konflik geopolitik di Ukraina dan kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda, sementara perang dagang dan perubahan kebijakan perdagangan sejumlah negara turut menciptakan ketidakpastian. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan di atas lima persen. Ketahanan tersebut menunjukkan bahwa perekonomian nasional memiliki daya adaptasi yang semakin baik terhadap perubahan lingkungan eksternal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tetap berada pada level yang positif. Bahkan, capaian pertumbuhan sepanjang semester I 2026 sebesar 5,45 persen menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kinerja ekonomi yang baik di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut memperkuat gambaran bahwa perekonomian nasional mampu menjaga stabilitas sekaligus mempertahankan ekspansi di tengah situasi global yang penuh tantangan. Salah satu bukti kuat dari ketahanan ekonomi nasional terlihat dari konsumsi rumah tangga yang tetap menjadi penopang utama pertumbuhan dan mampu tumbuh di atas lima persen. Konsumsi yang terjaga menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak. Perputaran konsumsi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, jasa, industri, serta berbagai kegiatan ekonomi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kekuatan permintaan domestik menjadi semakin penting karena memberikan perlindungan bagi perekonomian nasional ketika kondisi eksternal menghadapi tekanan. Ketika perdagangan global bergerak dinamis, pasar domestik tetap mampu menjadi sumber pertumbuhan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi 5,29 persen memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada faktor eksternal, tetapi juga memiliki basis domestik yang cukup kuat. Capaian tersebut juga tidak terlepas dari kebijakan yang menjaga aktivitas ekonomi sejak awal tahun. Strategi frontloading belanja negara mendorong percepatan perputaran ekonomi pada semester I 2026. Belanja pemerintah memberikan dorongan terhadap aktivitas usaha, pendapatan masyarakat, dan konsumsi sehingga menciptakan efek pengganda bagi perekonomian. Stabilisasi harga energi di tengah gejolak global turut memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha. Di sisi lain, stimulus konsumsi membantu mempertahankan pengeluaran masyarakat sehingga permintaan domestik tetap bergerak. Kombinasi kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa optimisme ekonomi dibangun melalui langkah konkret yang diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi. Selain itu, Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Trisha Indraswari, mengatakan pertumbuhan 5,29 persen menunjukkan bahwa fondasi permintaan domestik Indonesia masih kuat. Pertumbuhan tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan China yang tumbuh 4,3 persen dan Arab Saudi sebesar 4,8 persen berdasarkan data triwulan II yang telah dirilis. Perbandingan tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan daya tahan ekonomi yang baik. Dari sisi ketenagakerjaan, perkembangan ekonomi juga memberikan gambaran positif. Pada Februari 2026, jumlah penduduk bekerja meningkat sekitar 1,90 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,68 persen. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus menciptakan ruang bagi peningkatan kesempatan kerja dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan produktif. Memasuki semester II 2026, momentum pertumbuhan dapat semakin diperkuat melalui peningkatan investasi swasta, khususnya pada sektor manufaktur, agroindustri, pariwisata, konstruksi, dan perumahan. Sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas kesempatan kerja. Kemudahan pembiayaan, percepatan perizinan, penguatan penjaminan, dan penyederhanaan regulasi dapat menjadi instrumen untuk memperbesar kontribusi dunia usaha. Dengan pertumbuhan 5,29 persen pada triwulan II dan 5,45 persen sepanjang semester I 2026, optimisme terhadap ekonomi Indonesia memiliki pijakan yang jelas. Konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, kebijakan fiskal yang mampu menjaga aktivitas ekonomi, investasi yang terus berkembang, serta ketahanan terhadap tekanan global menjadi bukti bahwa optimisme tersebut hadir dalam bentuk capaian nyata. Berlanjutnya tahun 2026, momentum pertumbuhan perlu terus dijaga agar semakin menghasilkan manfaat luas. Pertumbuhan ekonomi bukan hanya perlu dipertahankan, tetapi juga terus diarahkan untuk memperkuat produktivitas, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan fondasi yang telah terbukti melalui berbagai indikator ekonomi, optimisme terhadap masa depan perekonomian Indonesia memiliki alasan kuat untuk terus dipelihara. )* Penulis adalah Mahasiswa tinggal di Jakarta

Belanja Negara Dorong Pemulihan Ekonomi: Pemerintah Optimalkan Instrumen Fiskal 2025

Masyarakat Papua Akui Program Pemerintah Tingkatkan Keadilan dan HAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

Recent Comments

Categories