Guru Besar UI Apresiasi Capaian Prabowo-Gibran, Dorong Penguatan Kelas Menengah

Jakarta – Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, sejumlah indikator ekonomi dinilai menunjukkan capaian positif di tengah gejolak global. Meski demikian, penguatan kelas menengah dan efektivitas implementasi kebijakan di lapangan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian.

Pakar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Prof. Telisa Falianty menilai pemerintah mampu menjaga stabilitas ekonomi, terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang bertahan di kisaran 5 persen, inflasi relatif terkendali, serta tingkat pengangguran terbuka yang terus menurun.

“Secara makro kita bisa menjaga stabilitas ekonomi minimal di 5 persen. Kita cukup apresiasi pemerintah bisa menjaga itu bahkan lebih dari 5 persen,” kata Prof Telisa dalam dialog di stasiun televisi swasta, Rabu (24/9).

Menurutnya, kemampuan menjaga inflasi di kisaran 3 persen juga patut dicatat di tengah El Nino dan gangguan rantai pasok global. Tren kemiskinan dan ketimpangan dalam beberapa tahun terakhir juga dinilainya masih menunjukkan arah yang relatif baik.

Telisa mengatakan kebijakan pemerintah telah mengarah pada penciptaan lapangan kerja dan investasi. Namun, pemerintah perlu memastikan manfaat pertumbuhan semakin dirasakan masyarakat, khususnya kelas menengah.

“PR kita bagaimana kebijakan dirasakan oleh kelas menengah, agar in this economy kita bisa menciptakan optimisme dan trust, tapi harus ada kerja bersama,” ujarnya.

Ia mendorong pengawasan lebih kuat di tingkat mikro, mulai dari akses lapangan kerja hingga pemberantasan pungutan liar yang menghambat UMKM. Kolaborasi pemerintah pusat, pemda, balai pelatihan, dan media juga dinilai penting agar kebijakan lebih efektif di lapangan.

Sementara itu, Tenaga Ahli Bakom RI Fithra Faisal mengatakan struktur pertumbuhan ekonomi mulai bergerak dari dominasi konsumsi menuju dukungan investasi.

“Kita sudah ada perubahan struktur yang tadinya fokus ke konsumsi, sekarang bergerak ke investasi,” kata Fithra.

Menurutnya, investasi perlu diarahkan untuk menciptakan ekonomi yang semakin inklusif dan memperluas pekerjaan formal. Hal tersebut menjadi penting terutama bagi kelompok kelas menengah.

“Cara membantu middle class bukan memberikan bansos, tetapi memberikan kesempatan kerja di sektor formal. Industrialisasi tujuannya menciptakan ruang kerja di sektor formal itu,” pungkasnya.

More From Author

Jelang Dua Tahun Prabowo-Gibran, Investasi Didorong Ciptakan Ekonomi yang Lebih Inklusif

Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, BAKOM RI: Investasi Jadi Mesin Baru Pertumbuhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *