UMKM Terus Jadi Motor Penggerak Perekonomian di Tingkat Daerah hingga Nasional

Oleh : Rivka Mayangsari*)

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menegaskan perannya sebagai motor utama penggerak perekonomian Indonesia. Di tengah dinamika global dan tantangan pertumbuhan yang kian kompleks, sektor UMKM menjadi pilar yang tidak hanya menjaga daya tahan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Di berbagai wilayah, pemerintah pusat dan daerah memperkuat komitmennya untuk menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak, inklusif, dan berkelanjutan bagi para pelaku UMKM.

Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menyampaikan pandangannya bahwa sektor UMKM memiliki kedudukan vital dalam struktur ekonomi nasional sehingga membutuhkan perhatian yang lebih strategis dari berbagai kementerian dan lembaga. Ia menilai bahwa sektor ini tidak hanya berfungsi sebagai penyerap tenaga kerja terbesar, melainkan juga sebagai stabilisator ekonomi rakyat ketika terjadi gejolak ekonomi global. Hendry menegaskan bahwa program-program kementerian harus memberikan keberpihakan yang nyata melalui dukungan pembiayaan, kemitraan, dan pendampingan berkelanjutan.

Menurutnya, UMKM yang bergerak di sektor pariwisata perlu memperoleh perhatian khusus, karena desa wisata kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di berbagai daerah. Ia menjelaskan perlunya integrasi data nasional dan skema pendanaan kolaboratif yang melibatkan APBN, APBD, serta Corporate Social Responsibility (CSR). Sinergi pendanaan tersebut dinilai mampu memperkuat infrastruktur desa wisata, memperbaiki manajemen pengelolaan, serta meningkatkan nilai tambah produk unggulan masyarakat.

Di wilayah timur Indonesia, komitmen penguatan UMKM juga semakin menguat. Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, menyatakan bahwa pelaku usaha mikro di Papua memiliki peran penting dalam proses pembangunan dan penguatan kemandirian ekonomi daerah. Ia menilai bahwa pemerintah terus memperluas kebijakan afirmatif melalui program yang mempermudah akses perizinan, legalitas usaha, serta sertifikasi produk. Langkah ini dianggap sebagai upaya sistematis untuk meningkatkan daya saing UMKM Papua agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Maman menjelaskan bahwa masih banyak produk-produk lokal Papua yang memiliki potensi tinggi, namun menghadapi kendala administratif dan kapasitas produksi. Dengan kebijakan afirmatif yang diberikan pemerintah, pelaku UMKM Papua diharapkan mampu berkembang lebih cepat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemerataan ekonomi di kawasan tersebut. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pelatihan, pendampingan bisnis, hingga akses pembiayaan agar UMKM Papua dapat naik kelas.

Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, memberikan penegasan tambahan bahwa penguatan UMKM sangat sejalan dengan arah pembangunan Papua yang bertumpu pada kemandirian dan inklusivitas. Ia menjelaskan bahwa sejumlah produk unggulan lokal seperti kopi, sagu, minyak kelapa murni, dan kerajinan khas Papua kini mulai menembus pasar nasional bahkan ekspor. Aryoko menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah, pelaku usaha, serta komunitas lokal dalam meningkatkan kualitas produksi dan memperluas akses pemasaran.

Penguatan ekosistem UMKM di Papua juga didorong melalui program pelatihan, pendampingan digitalisasi, dan perluasan jaringan pemasaran. Pemerintah daerah menilai bahwa keberhasilan UMKM Papua merupakan bukti bahwa kekayaan alam dan budaya lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola dengan baik dan dibantu kebijakan yang tepat sasaran. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah disebut sebagai faktor penting yang mempercepat peningkatan kapasitas UMKM lokal.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai bahwa UMKM merupakan salah satu sektor paling berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi kota. Ia menjelaskan bahwa sektor ini menjadi penopang utama pendapatan masyarakat dan berkontribusi besar terhadap stabilitas ekonomi daerah. Edi menilai bahwa para pelaku UMKM perlu lebih serius berbenah, terutama dalam hal strategi promosi, kualitas kemasan, serta pemahaman tentang preferensi konsumen modern.

Edi menekankan bahwa keberhasilan UMKM tidak dapat berdiri sendiri tanpa kolaborasi antarpemangku kepentingan. Ia menyampaikan bahwa pemerintah, dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga keuangan, serta komunitas UMKM perlu membangun sinergi berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif. Keterlibatan berbagai pihak akan menciptakan rantai nilai ekonomi yang lebih solid, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing pelaku usaha kecil.

Di tingkat nasional, berbagai indikator menunjukkan bahwa UMKM masih menjadi sektor dengan ketahanan paling tinggi. Ketika sektor lain mengalami tekanan, UMKM mampu bertahan melalui fleksibilitas model usaha dan kedekatan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui berbagai kebijakan afirmatif, peningkatan akses pasar, digitalisasi, dan penguatan struktur permodalan, pemerintah berharap UMKM dapat tumbuh lebih besar dan memainkan peran strategis dalam memperkuat ekonomi daerah hingga nasional. Dukungan dan partisipasi aktif seluruh pihak menjadi kunci penting agar UMKM terus menjadi motor penggerak pembangunan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menciptakan pemerataan ekonomi yang berkeadilan di seluruh Indonesia.

Penguatan UMKM pada akhirnya bukan hanya soal peningkatan kapasitas ekonomi, tetapi juga soal membangun kedaulatan bangsa dari tingkat yang paling dasar. Ketika pelaku usaha kecil semakin kuat, kreatif, dan mandiri, maka fondasi ekonomi nasional akan semakin kokoh menghadapi berbagai dinamika global. Dengan komitmen pemerintah, dukungan legislatif, serta sinergi dunia usaha, UMKM akan terus menjadi kekuatan yang menjaga denyut perekonomian Indonesia, memastikan pertumbuhan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat.

*) Pemerhati Ekonomi

More From Author

Oleh: Adhitya Ramadani)* Optimisme terhadap perekonomian Indonesia pada 2026 bukan sekadar narasi, melainkan tercermin dalam capaian ekonomi yang terukur. Di tengah tekanan ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian geopolitik, konflik berkepanjangan, serta dinamika perdagangan internasional, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan. Kinerja tersebut menjadi bukti bahwa fondasi ekonomi nasional tetap kuat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kuartalan, ekonomi nasional tumbuh 3,73 persen dibandingkan triwulan I 2026. Sementara secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa optimisme terhadap perekonomian nasional memiliki dasar yang nyata karena ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang tetap solid. Kinerja tersebut semakin penting ketika ditempatkan dalam konteks perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tantangan. Konflik geopolitik di Ukraina dan kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda, sementara perang dagang dan perubahan kebijakan perdagangan sejumlah negara turut menciptakan ketidakpastian. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan di atas lima persen. Ketahanan tersebut menunjukkan bahwa perekonomian nasional memiliki daya adaptasi yang semakin baik terhadap perubahan lingkungan eksternal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tetap berada pada level yang positif. Bahkan, capaian pertumbuhan sepanjang semester I 2026 sebesar 5,45 persen menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kinerja ekonomi yang baik di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut memperkuat gambaran bahwa perekonomian nasional mampu menjaga stabilitas sekaligus mempertahankan ekspansi di tengah situasi global yang penuh tantangan. Salah satu bukti kuat dari ketahanan ekonomi nasional terlihat dari konsumsi rumah tangga yang tetap menjadi penopang utama pertumbuhan dan mampu tumbuh di atas lima persen. Konsumsi yang terjaga menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak. Perputaran konsumsi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, jasa, industri, serta berbagai kegiatan ekonomi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kekuatan permintaan domestik menjadi semakin penting karena memberikan perlindungan bagi perekonomian nasional ketika kondisi eksternal menghadapi tekanan. Ketika perdagangan global bergerak dinamis, pasar domestik tetap mampu menjadi sumber pertumbuhan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi 5,29 persen memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada faktor eksternal, tetapi juga memiliki basis domestik yang cukup kuat. Capaian tersebut juga tidak terlepas dari kebijakan yang menjaga aktivitas ekonomi sejak awal tahun. Strategi frontloading belanja negara mendorong percepatan perputaran ekonomi pada semester I 2026. Belanja pemerintah memberikan dorongan terhadap aktivitas usaha, pendapatan masyarakat, dan konsumsi sehingga menciptakan efek pengganda bagi perekonomian. Stabilisasi harga energi di tengah gejolak global turut memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha. Di sisi lain, stimulus konsumsi membantu mempertahankan pengeluaran masyarakat sehingga permintaan domestik tetap bergerak. Kombinasi kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa optimisme ekonomi dibangun melalui langkah konkret yang diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi. Selain itu, Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Trisha Indraswari, mengatakan pertumbuhan 5,29 persen menunjukkan bahwa fondasi permintaan domestik Indonesia masih kuat. Pertumbuhan tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan China yang tumbuh 4,3 persen dan Arab Saudi sebesar 4,8 persen berdasarkan data triwulan II yang telah dirilis. Perbandingan tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan daya tahan ekonomi yang baik. Dari sisi ketenagakerjaan, perkembangan ekonomi juga memberikan gambaran positif. Pada Februari 2026, jumlah penduduk bekerja meningkat sekitar 1,90 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,68 persen. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus menciptakan ruang bagi peningkatan kesempatan kerja dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan produktif. Memasuki semester II 2026, momentum pertumbuhan dapat semakin diperkuat melalui peningkatan investasi swasta, khususnya pada sektor manufaktur, agroindustri, pariwisata, konstruksi, dan perumahan. Sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas kesempatan kerja. Kemudahan pembiayaan, percepatan perizinan, penguatan penjaminan, dan penyederhanaan regulasi dapat menjadi instrumen untuk memperbesar kontribusi dunia usaha. Dengan pertumbuhan 5,29 persen pada triwulan II dan 5,45 persen sepanjang semester I 2026, optimisme terhadap ekonomi Indonesia memiliki pijakan yang jelas. Konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, kebijakan fiskal yang mampu menjaga aktivitas ekonomi, investasi yang terus berkembang, serta ketahanan terhadap tekanan global menjadi bukti bahwa optimisme tersebut hadir dalam bentuk capaian nyata. Berlanjutnya tahun 2026, momentum pertumbuhan perlu terus dijaga agar semakin menghasilkan manfaat luas. Pertumbuhan ekonomi bukan hanya perlu dipertahankan, tetapi juga terus diarahkan untuk memperkuat produktivitas, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan fondasi yang telah terbukti melalui berbagai indikator ekonomi, optimisme terhadap masa depan perekonomian Indonesia memiliki alasan kuat untuk terus dipelihara. )* Penulis adalah Mahasiswa tinggal di Jakarta

Pemerintah Bantu Pemberdayaan UMKM untuk Dorong Pemerataan Ekonomi Melalui Sektor Perbankan

Kolaborasi Bank & UMKM: BUMN & Pemerintah Bersinergi Demi Ekonomi yang Lebih Merata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

Recent Comments

Categories